Hadits dan Kisah Teladan

An Abdillah bin Umar Radhyallahu ta'ala 'anhuma qoola: Rasulululah Saw:
Arrahimuna yarhamukum man fissama-i.

Dari Abdullah bin Umar ra berkata, Rasulullah Saw bersabda:
" Orang-orang yang mempunyai Sifat kasih sayang akan disayangi oleh Dzat yang maha penyayang, sayangilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya engkau akan disayangi yang ada dilangit.


Ibadah kepada Allah tidak hanya ibadah mhadoh saja, seperti shalat puasa dll. Hubungan baik kepada setiap Mahluk adalah ibadah yang tak kalah pentingnya dengan ibadah yg langsung berbuhubungan kepada Allah. Malah keduanya saling berkaitan. Orang yang shalatnya khusyu', rajin berpuasa wajib dan sunnah, biasanya hubungannya kepada setiap Mahluk sangat baik.
Sebaliknya, yang banyak terjadi Orang-orang yang kurang mempunyai hubungan baik kepada setiap makhluq, biasanya ibadah shalatnya juga kurang baik, karena pada pokoknya ibadah kepada Allah terletak dalam hati masing masing orang. Kalau hatinya baik, ibadah shalat dan hubungannya kepada Allah juga baik. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa siapa saja orang yang shalatnya rajin tapi imbasnya tidak melarang dari perbuatan yang keji dan munkar, sebenarnya dia tidak shalat malah semakin jauh dari Allah.
Sifat kasih sayang kepada semua Mahluq Allah, adalah salah satu jalan ibadah kepada Allah. Allah dengan segala kebesaran keagungan-Nya tetap Menyayangi setiap Makhluq-Nya. Entah dia Islam, kafir, kristen atau atheis sekalipun. Allah tetap Memberi rezeki, baik itu harta, materi, dan kehidupan seperti Makhluq lainnya.
Setiap Orang-orang yang mempunyai sifat-sifat kasih dan sayang kepada setiap Mahluk akan mendapat kasih sayang dari Allah. Orang yang mau menolong kesulitan hidup, kesulitan kerja atau masalah-masalah lainnya, niscaya Allah akan menolong juga kepadanya, langsung diberi balasan di dunia atau ditangguhkan nanti di Akhirat. Banyak sekali dalil-dalil maupun hadits-hadits Rasulullah saw. Yang menerangkan hal ini. Beberapa peristiwa zaman dahulu maupun sekarang telah banyak menjadi contoh dan pelajaran. Salah satunya ialah cerita khalifah Umar bin khattab dan cerita seorang abid Bani Israel.
Suatu hari ketika khalifah Umar bin Khattab berjalan di sebuah pasar Madinah. Ia melihat seorang Anak sedang mempermainkan burung kecil. Umar merasa kasihan dengan burung itu, ia mendekati sang anak. "wahai anakku, maukah engkau menjual burung itu kepadaku?" tanyanya. Setelah mengatakan harganya, Umar langsung membeli burung itu kemudian melepaskan ke udara.
Setelah Umar meninggal dunia. Beberapa sahabatnya bertemu dalam Mimpi.
" Wahai Umar balasan apa yang telah engkau terima dalam kubur?".
" Allah telah mengampuni segala dosa-dosaku," jawab umar.
" Amalan apa yang menyebabkan Allah mengampuni dosa-dosamu, apakah dengan kezuhudanmu, atau keadilanmu atau dengan kedermawananmu?" tanya sahabat.
" Setelah engkau memasukkan jasadku ke dalam kubur. Aku didatangi dua Malaikat yang wajahnya sangat mengerikan. Melihat kedua Malaikat itu, badanku langsung gemetar, jiwa dan rohku melayang. Kedua Malaikat itu memegan dan men-dudukkan aku di depannya, mereka berdua ingin menanyaiku. Sebelum mereka berdua ingin menanyaiku, tiba-tiba datang seruan dari langit. " Tinggalkan hamba-Ku, jangan engkau berdua menakut-nakutinya. Aku telah mengampuni dosa-dosanya. Karena ketika di dunia ia telah menyayangi Makhluq-Ku yaitu seekor burung kecil, dengan membeli dan melepaskannya ke udara. Sekarang Aku membalasnya dengan melepaskannya dari siksa kubur, mengampunin segala dosa-dosanya dan memberinya kenikmatan surgawi yang abadi," jawab Umar kepada Sahabatnya.

Begitu besar blasan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang telah menyayangi seekor binatang, meskipun hanya seekor burung. Bagaimana jadinya kalau yang kita sayangi dan kasih adalah sesama manusia, pasti Allah akan membalas dengan balasan yang lebih besar lagi kepada kita. Dibawah ini ada contoh tentang Mengasihi dan menyayangi sesama manusia, meskipun masih sebatas angan-angan saja. Berikut ini adalah kisahnya.

Suatu hari ada seorang Abid (ahli ibadah) yang seang melakukan perjalanan jauh. Ditengah perjalanan, ia menjumpai sebuah desa yang sedang dilanda musibah kelaparan, ia merasa kasihan dengan keadan mereka, tapi apa daya, ia juga tidak punya apa-apa untuk diberikan kepada penduduk desa itu. Ditengah lamunannya ia melihat tumpukan pasir di pinggir jalan. Ia berandai-andai, andaikan saja tumpukan pasir ini adalah tepung (yang di maksud tepung gandum, bahan dasar makanan mereka) maka aku akan memberikan seluruh tepung gandum ini kepada seluruh penduduk desa ini, agar mereka tidak kelaparan lagi".

Meskipun hanya angan-angan dan diucapkan dalam hati saja, Allah maha mendengar apa yang telah diucapkan hamba-Nya.
Allah memerintahkan kepada Nabi kaum itu untuk menjumpai sang Abid dan mengatakan kepanya bahwa Allah telah memberimu pahala shadaqah sungguhan, meskipun cuma berasal dari hatimu yang mengatakan bahwa kalau saja tumpukan pasir adalah tepung, aku akan menyedekahkan Semuanya kepada penduduk desa."

Barang siapa yang mau mengasihi Makhluq Allah di bumi. Allah dan seluruh penduduk langit akan mengasihinya, meskipun hanya sebatas niat dan perkataan dalam hati bagaimana yang telah dilakukan sang Abid.

Berbuat baik, mengasihi setiap mahluk Allah bisa dengan harta yang kita punyai seperti yang telah di lakukan oleh Umar bin Khattab. Tanpa hartapun kita juga bisa melakukannya. Meskipun hanya sebatas keinginan dan keinginan Allah tetap akan membalasnya.

Selagi kesempatan di depan mata, selagi nafas masih menyertai kita. Mari kita gunakan sisa-sisa umur kita dengan berbuat kebaikan kepada sesama, Kepada semua ciptaan Allah. Manusia, binatang, pepohonan dan bumi yang kita diami selama ini.

Hanya dengan pertolongan dan hidayah Allah kita bisa melakukan semua niat baik ini. Tanpa mengenal lelah kita hadapkan muka dan hati kita kepada Allah, memohon ampunan dan pertolongan-Nya, diselamatkan dari godaan dunia dan diberi kenikmatan akhirat. Amin.

0 Response to "Hadits dan Kisah Teladan"

Posting Komentar